Untuk Sementara, Saya Tidak Memiliki Massa, Jabatan, Uang, Kekuatan Untuk Melakukan Perubahan. Yang Saya Bisa Lakukan Sekarang Hanyalah Menyebarkan Ide dan Pemikiran

Twitter… oh twitter

Hai, niatnya pengen posting di hari-hari sebelumnya, tapi karena ga ada mood akhirnya baru nulis sekarang. Hahahaha (dasar pemalas).

Jadi…., akhir-akhir ini, saya sering twitteran. Apa sih twitter? twitter itu kaya situs mikroblogging dimana kita diperbolehkan untuk menulis 140 karakter huruf dan tulisan tersebut (disebut tweet) bisa dilihat oleh orang lain yang memfollow kita. kita juga bisa memfollow orang lain untuk melihat tweet dia, bahkan bisa saling membalas tweet.

“Ngapain sih twitteran? emang ada untungnya?”

Ya ada dong, kita jadi bisa tau temen kita lagi ngapain, bahkan kita bisa tahu berita terbaru dengan cara ngefollow account media berita seperti Metr* tv, det*k, komp*s, dan lain-lain.

Bingung? ya kalo penasaran buka aja situsnya, cari di google. Saya gak akan membahas cara make twitter ini lebih panjang (apa itu follow, apa itu unfollow, apa itu tweets, apa itu reply topic) karena bukan itu point yang pengen saya sampaikan.

Jadi…. twitter ini banyak digunakan oleh manusia di seluruh dunia, dan akhir-akhir ini saya menyadari kalo orang Indonesia juga sangat banyak yang make. Terlihat dari trending topics (yang punya twitter pasti tau, yang ga punya silahkan cari tau) yang kadang-kadang norak. Nazril Ilham lah, Roy Sukro lah, Luna Maya lah, Ariel Peterporn lah, dan lain sebagainya.

Dikarenakan banyak penggunanya. Media ini dapat digunakan untuk propaganda dengan baik. Banyak orang yang menyampaikan pendapatnya tentang sesuatu, dan dari pendapatnya, ia bisa mempengaruhi pemikiran orang-orang yang melihat tweetnya. Tau Hugo Chavez? yup, dia Presiden Venezuela yang punya twitter. Buat apa? well, dia menggunakan twitternya agar bisa lebih dekat dengan rakyatnya. How? ya dengan ngeliat tweet dia, kita bisa tau dia lagi ngapain. Nah dia juga menggunakannya untuk propaganda. Dia bisa mempengaruhi followernya dengan tweet dia yang kadang-kadang membangkitkan semangat, dan argumen yang keras (terkadang sedikit menyerang pihak tertentu) yang mempengaruhi pemikiran para followernya. *waduh kenapa jadi ngebahas Hugo Chavez, back to the topic…

Jadi intinya, saya mencoba menerapkan hal tersebut. Saya menggunakan twitter sebagai media Propaganda. Saya bereksperimen. Akhir-akhir ini, saya mencoba menyentil semua teman saya (follower) dengan menulis tweet yang berbau-bau Nasionalisme,Kepekaan sosial., dll. (Ini bukan eksperimen iseng, saya memang benar-benar ingin menularkan kepekaan sosial kepada teman-teman yang mungkin kepekaan sosialnya kurang)

dan hasilnya….

positif!!!! mungkin tweet yang saya tulis annoying, tapi ternyata kebanyakan teman-teman saya banyak yang memperhatikannya. Ada yang mereply, ada juga yang ga peduli, ada juga yang ga nge-reply tapi ternyata dia memperhatikan. Terlihat dari tulisan blog seorang teman yang mungkin menyindir saya (ke GR-an) negatifnya adalah kebanyakan yang memperhatikan tersebut salah paham. Mungkin karena kata-kata di tweet saya kurang cukup baik, dan memang penulisan kata penting. Saya akan memperhatikan kata-kata lebih baik.

Oh dan mungkin ada yang merasa saya sok-sokan, saya munafik, saya bacot, saya annoying. Yah saya Cuma bisa bilang. Saya bukan orang yang seperti itu. Saya cuma pengen menyentil kalian aja kok. That’s it. Menyentil hal yang mungkin belum kita sadari, dan mungkin kita lupakan, dan mungkin hal yang pura-pura kita lupakan.

Kesimpulannya, eksperimen saya berhasil. Saya berhasil membuat beberapa teman saya bereaksi (baik positif maupun negatif) saya berhasil sedikit menyentil kalian… kalian yang selama ini diam.. yang membuat saya merasa cuma sendirian di sini.. yang membuat saya merasa usaha saya bakalan sia-sia.. thanks a lot. I’ll try harder.

Catatan: Orang yang menganggap saya sok-sokan, saya munafik, saya bacot, saya annoying itu bisa saya maklumi. Siapa saya? saya bukan siapa-siapa. Saya bukan Hugo Chavez, seorang Presiden yang dihormati. Saya bukan Panglima Polri, saya bukan Rektor, saya bukan Jenderal TNI yang dihormati ucapannya maupun perbuatannya…. Saya cuma seorang mahasiswa,dan seorang teman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s