Untuk Sementara, Saya Tidak Memiliki Massa, Jabatan, Uang, Kekuatan Untuk Melakukan Perubahan. Yang Saya Bisa Lakukan Sekarang Hanyalah Menyebarkan Ide dan Pemikiran

Bagaimana Listrik Bisa Sampai Ke Colokan Kosan Kita

Oke, jumpa lagi dengan saya. Mungkin sebelumnya saya sering menulis notes tentang Mahasiswa, Nasionalisme dan sebagainya, dan mungkin teman-teman tidak peduli dan mungkin sudah bosan.
Kali ini, dikarenakan saya belum pernah sekalipun berbagi ilmu dengan teman-teman semua, tentang betapa menariknya keilmuan saya, saya akan mencoba berbagi pengetahuan saya yang masih sedikit.
Pengetahuan yang akan saya sampaikan kali ini sangat umum, yaitu bagaimana energi listik bisa sampai ke colokan listrik di kosan kita.

Secara singkat, dapat dijelaskan sebagai berikut:

Pembangkit Listrik -> Jaringan Transmisi -> Jaringan Subtransmisi -> Jaringan Distribusi -> Pemakaian ke rumah-rumah (colokan listrik di kosan kita)

Sekarang saya akan mencoba jelaskan per bagian secara umum

Pembangkit Listrik

Pembangkit listrik ada banyak jenisnya, antara lain:

Yang berfungsi menyuplai beban dasar:
– Pembangkit Listrik Tenaga Uap
– Pembangkit Listrik Tenaga Gas
– Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (Bahan bakarnya bisa Biodiesel atau solar)
– Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi
– Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
– Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Yang berfungsi sebagai generator slack (menyuplai beban puncak):
– Pembangkit Listrik Tenaga Air (Bendungan, Waduk)

Pembangkit Renewable Energy:
– Pembangkit Listrik Tenaga Air (Pikohidro, Mikrohidro)
– Pembangkit Listrik Tenaga Angin
– Pembangkit Listrik Tenaga Ombak (Masih banyak yang melakukan riset tentang pembangkit ini)

Mungkin ada pertanyaan apa itu beban dasar? apa itu generator slack?. Secara singkat dapat dijelaskan dengan kurva beban (untuk mengetahui seperti apa bentuk kurva beban dapat dilihat di http://www.pln-jawa-bali.co.id/) ,mungkin akan saya jelaskan di notes berikutnya begitu juga tentang detail masing-masing pembangkit.

Pembangkit-pembangkit (kecuali pembangkit renewable energy) inilah yang menyuplai daya yang dipakai oleh semua pengguna listrik dalam jaringan listrik PLN.

Tegangan yang dibangkitkan memiliki 3 fasa dengan frekuensi 50 Hz dan dengan trafo power (daya besar) tegangan dinaikkan menjadi 500 kV untuk kemudian disalurkan melalui jaringan Transmisi.

Catatan:
– Frekuensi 50 Hz disebabkan karena kita menggunakan standar Eropa (Bekas jajahan Belanda). Untuk di Amerika, frekuensi yang digunakan adalah 60 Hz. Di Jepang ada hal yang unik, dimana terdapat dua frekuensi yaitu 50 Hz dan 60 Hz. Oleh karena itu, untuk menghubungkan kedua jaringan yang berbeda tersebut diperlukan stasiun rectifier-inverter (lupa namanya) yaitu stasiun yang mengubah AC menjadi DC, lalu mengubahnya menjadi AC dengan frekuensi yang berbeda, sehingga meskipun berbeda frekuensi, dapat dikoneksikan.

– Mengapa 3 Fasa? Hal ini disebabkan, power yang dihasilkan generator akan lebih besar jika menggunakan 3 fasa dibandingkan 1 fasa. Sebenarnya makin banyak jumlah fasa, maka semakin baik. Namun karena pertimbangan ekonomi, akhirnya dipilih bahwa jaringan dengan 3 fasa adalah yang terbaik. (Ga kebayangkan kalo sistemnya 6 fasa. Kita perlu 3 kabel tambahan buat transmisi dan distribusi! Sungguh sangat mahal!)

Jaringan Transmisi-Subtransmisi

Pernahkah temen-temen melihat tower listrik yang tinggi? dan memiliki jalur yang terlihat sangaaaaaaaaaaat panjaaaaaaaaannggg. Itu merupakan Jaringan Transmisi.

Jaringan Transmisi memiliki tegangan 500 kV (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi – SUTET) yang sudah dijelaskan sebelumnya, hal ini bertujuan untuk memperkecil besar arus yang mengalir sehingga rugi-rugi yang terjadi di jaringan transmisi yang panjang menjadi kecil. Masih ingat rumus daya kan?

Jaringan transmisi menghubungkan pembangkit-pembangkit listrik yang ada. Tau Pembangkit Listrik di Suralaya? (Jawa Barat), dan Paiton (Jawa Timur)? itu terhubung dengan jaringan transmisi. Kebayangkan betapa panjangnya jaringan transmisi ini. Itu belum ditambah pembangkit-pembangkit lain yang letaknya saling berjauhan.

Lalu ada Jaringan Subtransmisi, yang memiliki tegangan 70-150 kV yang biasa disebut SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi). Tegangan 150 kV tersebut didapatkan dengan menurunkan tegangan 500kV dari jaringan transmisi dengan menggunakan trafo.

Jaringan subtransmisi kemudian terhubung ke Jaringan Distribusi dengan perantara Gardu Induk

Catatan:
– Cara membedakan apakah tower listrik yang kita lihat merupakan jaringan transmisi atau subtransmisi adalah dengan melihat jumlah isolator rantainya. Jaringan Transmisi memiliki sekitar 25 buah isolator rantai untuk masing-masing kabel, dan Subtransmisi sekitar 8 buah.
– Jaringan Transmisi dibuat dengan menggunakan prinsip mencari jarak terdekat antara pembangkit dengan tujuan gardu induk, sehingga tidak perlu heran bila menara transmisi berada di tengah kebun, sawah, bukit, bahkan hingga ke atas gunung.

Gardu Induk Distribusi

Dibagi menjadi dua bagian yaitu Gardu Induk dan Gardu Hubung :

a. Gardu Induk (GI)
Gardu induk berfungsi menerima daya listrik dari jaringan subtransmisi dan menurunkan tegangannya menjadi tegangan jaringan distribusi primer (Jaringan Tegangan Menengah/ JTM). Jadi pada bagian ini terjadi penurunan tegangan dari tegangan tinggi ataupun tegangan extra tinggi ke tegangan menengah 20 kv.

b. Gardu Hubung (GH)
Gardu hubung berfungsi menerima daya listrik dari gardu induk yang telah diturunkan menjadi tegangan menengah dan menyalurkan atau membagi daya listrik tanpa merubah tegangannya melalui jaringan distribusi primer (JTM) menuju gardu atau transformator distribusi.

Jaringan Distribusi Primer / Jaringan Tegangan Menengah (JTM)

Jaringan distribusi primer berfungsi menyalurkan daya listrik, menjelajahi daerah asuhan ke gardu / transformator distribusi. Jaringan distribusi primer dilayani oleh gardu hubung atau langsung dari gardu induk dan atau dari pusat pembangkit.

Gardu Distribusi (GD)

Gardu distribusi berfungsi untuk menurunkan tegangan primer (tegangan menengah) menjadi tegangan sekunder (tegangan rendah) yang biasanya 127/220 volt atau 220/ 380 Volt.

Jaringan Distribusi Sekunder/ Jaringan Tegangan Rendah (JTR)

Jaringan distribusi sekunder berfungsi untuk menyalurkan/ menghubungkan sisi tegangan rendah transformator distribusi ke konsumen mengunakan jaringan hantaran udara 3 fasa 4 kawat dengan tegangan distribusi sekunder 127/ 220 Volt atau 220/ 380 Volt.

Kecuali untuk daerah-daerah khusus dengan pertimbangan keindahan, keselamatan dan keandalan yang tinggi dipergunakan sistem kabel bawah tanah.

Sambungan Rumah

Pada sambungan rumah, biasanya tegangan yang diterima sebesar 110-400 volt, yaitu tegangan saluran beban menghubung kepada peralatan. Pada sambungan rumah, tegangan yang diterima disesuaikan antara 220/380 volt.

Nah, mulai kebayangkan? betapa panjangnya perjalanan elektron-elektron untuk sampai ke colokan di kosan kita. Mungkin segini dulu aja, capek juga nulis panjang-panjang, hahaha (keliatan dari tulisannya, makin ke bawah makin sedikit) Jika ada kesalahan tolong dikoreksi ya, karena pengetahuan saya juga masih sedikit.

Silahkan bertanya dengan topik yang masih berhubungan, mudah-mudahan bisa dijawab.
Atau ada yang mau request? silahkan2! mari kita saling berbagi wawasan!

Karena Hidup hAROES KOEAT!

6 responses

  1. mujisy28

    **Catatan:
    Frekuensi 50 Hz disebabkan karena kita menggunakan standar Eropa ……..

    Saya pernah dengar untuk tegangan juga karena ada faktor lain yang mempengaruhi, bukan semata2 karena faktor teknis. Apa betul begitu ya?
    Apa memang hanya di Indonesia saja yg pake tegangan 220V? – Katanya kalo tegangan 110V relatif jauh lebih stabil.
    Kalo ada infonya dong negara2 yg pake 110 ato 220 ato mgkn keduanya.

    Thx.

    December 1, 2011 at 6:06 pm

  2. mujisy28

    Ijin copast yaa…

    December 1, 2011 at 6:07 pm

  3. Untuk industri2 besar yg membutuhkan daya sekitar 200KV atau JTT, Pendistribusian jaringanx mulai dari mana?

    November 17, 2012 at 8:23 am

  4. thanyou ………………………………….. dapet deh tugasnya……………………………………
    Tuhan Memberkati……………..

    January 17, 2013 at 12:17 pm

  5. supri

    mf,,, mu nanyk ne kalo sistem distribusi masa depan FRIENDS dan ADDA itu mksdnya sistem apa ya ??

    Mksi sblmnya !

    March 20, 2013 at 12:05 pm

    • Mas Agil

      Maaf mas, saya kurang tahu sistem FRIENDS dan ADDA hehe. Mungkin bs dicari di mbah google

      May 17, 2013 at 9:33 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s