Untuk Sementara, Saya Tidak Memiliki Massa, Jabatan, Uang, Kekuatan Untuk Melakukan Perubahan. Yang Saya Bisa Lakukan Sekarang Hanyalah Menyebarkan Ide dan Pemikiran

Unek-unek tentang Indonesia

Selamat pagi, selamat bertemu kembali dengan saya. Sudah lama tidak menuangkan buah pemikiran dan unek-unek ke dalam tulisan.

Banyak hal yang terjadi dari postingan terakhir hingga saat ini, dan beberapa hal tersebut melibatkan perasaan, dan membuat saya melemah, menjadi tidak mood untuk menulis kembali dan alhamdulillah, i’m back!

Oke, dimulai dari dengan apa yang saya rasakan saat ini

Setiap saya nonton TV atau melihat media baik elektronik maupun cetak.. Ada saja isinya yang membuat hati ini menjadi pesimis dan negatif. Banyak hal yang membuat miris… Seperti kasus korupsi, DPR yang…. ah sudahlah, generasi muda yang semakin memprihatinkan (free sex, drugs, dll), pemfitnahan umat beragama (penusukkan di gereja, bom di masjid), isu NII, ketua PSSI yang ga mau turun, dan lain macam sebagainya.

Melihat hal tersebut membuat hati ini sedih, terus berpikir, masih mungkinkah Indonesia mencapai ke masa kejayaannya? Masih bisakah Indonesia mencapai Negara yang seperti tertuang dalam UUD 1945?

“Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”

Atau kita akan terus seperti ini dan justru semakin memburuk. Tinggal menunggu waktu saja, hingga menunggu kita hancur?

Apakah menurut kamu negara ini dalam kondisi yang aman? Coba kita berpikir kembali, Mungkin hal-hal dibawah ini bisa membantu kita untuk mulai takut, dengan masa depan bangsa ini.

1. Indonesia merupakan pasar bagi bangsa asing

Sudah jelas maksudnya. Coba lihat produk-produk yang kita pakai. Mulai dari kendaraan, gadget elektronik, pakaian, dan lain-lain. Mayoritas adalah produk asing! Kita lebih cenderung konsumtif dibandingkan produktif. Kita merasa bangga bisa membeli produk asing. Kita tidak pernah sekalipun berpikir seperti ini, “Anjir, kita harus bisa bikin barang kaya gini, kita harus bisa produksi sendiri”. Kita tidak tahu, uang yang kita keluarkan untuk membeli produk tersebut sebagian besar mengalir ke negara lain. Mengingat hal tersebut, sepertinya kita harus berbangga, kita semua sebenarnya memberikan uang dan meningkatkan perekonomian negara lain tetapi tidak untuk negara kita sendiri. Ntah harus bangga atau tidak.

Selain itu terkadang saya bingung. Tingkat kemiskinan di negara ini masih tinggi. Tapi ternyata masih banyak yang bisa membeli mobil mewah, rumah mewah, jalan-jalan ke luar negeri, gedung seharga triliunan. Jadi sebenarnya rakyat Indonesia itu miskin atau kaya sih? Jadi menurut saya, ada sesuatu yang salah disini, dan kita harus mencari tahu, kenapa?

Oh, ada satu hal konyol yang kadang-kadang terlintas di benak saya. Jangan-jangan Indonesia ga diserang negara tertentu karena kita memang bukan merupakan ancaman. Justru kita merupakan pasar bagi negara-negara tersebut, makanya kita dibaik-baikin, padahal sebenarnya kita sedang dibodoh-bodohi dan diperas!

2. Lembaga Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif belum menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya

Ini juga sudah jelas lah ya, kasus korupsi masih banyak terjadi, Mafia pajak, Rekening gendut Polisi, Anggota dewan terhormat yang menonton video porno saat sidang, Ketua PSSI yang kerasa kepala, kebijakan yang kurang tepat, birokrasi berbelit-belit, komisi8@yahoo.com <- FAIL!, hukum yang bisa dibeli, aarrrrgghhhh banyak deh.
Hal ini benar-benar memprihatinkan, karena lembaga Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif merupakan tiga komponen utama penyelenggara negara yang seharusnya menjalankan tugasnya dengan baik dan harus sinergis untuk membawa negara ini ke suatu tujuan yang jelas.

Buat merefresh kembali, mari kita buka buku PPKN kita dan melihat siapa sih dan apa tugas tiga komponen tersebut.

– Eksekutif:
Siapa? : Presiden dan kabinetnya yang berisi menko-menko dan menteri-menteri, pegawai, pokonya semua yang ada didalamnya deh
Tugas?: Menjalankan pemerintahan, membuat program kerja dan melaksanakannya sesuai dengan hukum dan undang-undang

– Legislatif:
Siapa? : MPR yang terdiri dari DPR dan DPD. Anggotanya merupakan anggota partai politik dan orang-orang yang dipilih melalui pemilihan umum
Tugas?: Membuat kebijakan, membentuk undang-undang, menyetujui anggaran belanja negara eksekutif, mengawasi jalannya pemerintahan apakah sesuai dengan undang-undang dan APBN atau tidak

– Yudikatif:

Siapa? : Lembaga kehakiman (atau kejaksaan) terdiri dari hakim, jaksa dan magistrat dan sebagainya yang biasanya dilantik oleh kepala negara masing-masing. Mereka juga biasanya menjalankan tugas di mahkamah dan bekerjasama dengan pihak berkuasa terutamanya polisi dalam menegakkan undang-undang (copas dari http://wikipedia.org/)
Tugas?: Lembaga ini yang memastikan bahwa hukum ditegakkan di Indonesia

Kenapa kita perlu khawatir? Coba bayangkan jika semua komponen tersebut tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Yang mengeksekusi ngaco, yang ngawas ngaco, yang menegakkan hukum ngaco. Then we’re doomed!

3. Media-media yang berisi pembodohan

Oke, lihat TV kita, apa yang ada disana? Sinetron yang ga mendidik, Reality show lebay, dan lain-lain. Entah mengapa sangat sedikit sekali yang berisi pencerdasan. Masih inget TVRI? Kapan terakhir kali kita nonton TVRI? Padahal sebenarnya isinya kebanyakan pencerdasan. Mungkin karena acara pencerdasan cenderung terlalu serius dan membosankan, harus dikemas lebih menarik. Bagaimana dengan berita? Wah isinya negatif semua, dan sekalinya ada isu, maka pasti akan ditutupi isu lainnya. Apa kabar lumpur lapindo? Apa kabar gayus? Apa kabar Anggodo? Apa kabar Bibit Chandra? Gila… media itu mengerikan dan seolah-olah media itu memang sengaja digunakan untuk brainwash, ngedrive opini publik, pembodohan, dan lain sebagainya. Jika benar maka jelas sudah kenapa isi media kebanyakan pembodohan.

4. Krisis generasi muda

Pernah ga sih kita mencoba melihat ke lingkungan sekitar, lihat adik-adik kita. Mungkin selama ini kita bergaul dengan lingkungan yang baik, aman, dan nyaman. Tapi fakta yang terjadi diluar lingkungan itu sangatlah memprihatinkan. Saya bersyukur bisa kuliah di ITB dimana lingkungannya berisi dengan orang-orang yang baik (kayanya sih). Tapi ketika saya lihat berita… ternyata ga semuanya seperti kondisi di sini. Tawuran antar SMA, skandal seks universitas tertentu, tawuran antar mahasiswa padahal satu universitas… balita yang ngerokok…, kasus pelajar SMA yang protes sama standar UAN yang terlalu tinggi (tetep aja ada kasus bocoran… astaghfirullah), dan lain macam sebagainya. Padahal, kitalah generasi muda yang akan menggantikan generasi tua saat ini.. yang meninggalkan kita dengan berbagai macam masalah, hutang, dan dosa-dosanya.

Pertanyaannya, apakah kita siap? Bersama-sama, semua generasi muda, untuk menggantikan generasi tua dan menjalankan tugas kita kelak dengan baik?

5. Indonesia masih memiliki hutang yang harus dilunasi

Yup, jangan lupa, negara kita masih memiliki hutang yang harus dilunasi entah oleh siapa. Kalo harta bisa diwariskan, begitu juga dengan hutang.

Sampai kapan pun, kalo hutang kita belum lunas, maka kita gampang tertekan oleh pihak lain. Kita ga akan punya kekuatan. Makanya, banyak kasus dimana kedaulatan darat, laut, dan udara NKRI dilanggar oleh pihak asing.
dan apa yang bisa kita lakukan?

We can’t do anything!

Itulah faktanya, kita memiliki hutang, kita bisa ditekan, kita tidak bisa bergerak leluasa, kita tidak bisa melakukan hal sesuai dengan keinginan kita. Ketika Palestina diserang, apakah kita bisa menurunkan tentara untuk membantu saudara-saudara kita? Tidak. Mungkin karena ada sesuatu yang menekan kita supaya tidak ikut campur permasalahan perdamaian dunia.

Selain itu pelanggaran kedaulatan wilayah merupakan penghinaan sebesar-besarnya terhadap suatu negara, dan banyaknya kasus pelanggaran kedaulatan yang terjadi menunjukkan, betapa kita tidak berdaya atas penghinaan yang dilakukan oleh pihak lain tersebut. Entah mereka melakukannya dengan tertawa atau tidak…

6. dan banyak lainnya…. (banyak banget, hahaha)

Kesimpulan:

Sampai disini, seharusnya kita sudah sadar, bahwa kondisi negara kita memprihatinkan. Namun tanggapan masing-masing pasti berbeda, apakah tidak peduli, atau hatinya tergerak untuk menjadi solusi?

Saya sendiri sebenarnya sempat pesimis dengan kondisi saat ini….

Tetapi,

Ternyata jika kita memperhatikan lingkungan sekitar kita, masih ada harapan untuk negara ini. Masih banyak orang-orang yang mau berjuang demi kemajuan bangsa. Masih banyak orang-orang pemerintahan yang memiliki niat baik dan tekad untuk membangun Indonesia.

Masih banyak orang yang membuat saya merasa optimis, dan memunculkan harapan bahwa, Ya! We still can fix this!.

Masih ada orang seperti Pak Anies Baswedan dengan program Indonesia Mengajarnya, yang concern di bidang pendidikan. Mengirim para pengajar muda untuk memberikan inspirasi, ilmu kepada anak-anak di daerah terpencil.

Masih ada Kang Goris dengan Asgarnya, yang memberdayakan Pemuda Garut untuk melakukan kegiatan ekonomi yang produktif.

Masih ada Ibu Tri Mumpuni yang bergerak dalam social entrepreneur, membangun PLTA di desa terpencil, menyediakan energi untuk desa yang lebih mandiri dan produktif.

Masih ada Pak Fadel Muhammad, seorang Menteri Kelautan yang menjadi pembicara pada studium generale beberapa hari yang lalu, dan saya sangat mengagumi beliau. Beliau lah satu-satunya menteri RI pengisi materi studium generale yang membuat saya merasa aman. Ternyata masih ada orang-orang pemerintahan yang berkualitas dan memiliki semangat! FYI, beliau memiliki visi yang jelas! Beliau sebagai menteri kelautan menginginkan Indonesia, kembali mencapai kejayaannya sebagai Negara Maritim yang memanfaatkan kekayaan laut kita, untuk kesejahteraan masyarakat! Bahkan beliau berencana untuk membangun Institut Kelautan Indonesia! Gokil!

Masih ada anak bangsa yang mengharumkan nama Indonesia di olimpiade sains international, yang memenangkan kontes robot, yang berprestasi di negara lain, yang terus menorehkan prestasi olahraga.

Masih ada mahasiswa-mahasiswa bersemangat yang melakukan pengabdian untuk masyarakat di sekitarnya

Masih ada orang lainnya, yang memiliki semangat! untuk berkontribusi dengan caranya masing-masing dan mungkin kita belum melihat apa yang mereka lakukan.

Dan juga…

Masih ada KITA!. Para generasi muda, yang sadar akan hal ini, dan bertekad untuk membangun Indonesia dengan cara kita masing-masing.

Tapi semua tergantung ke pilihan masing-masing, apakah kita memilih untuk berjuang memperbaiki bangsa yang sedang rusak ini? Atau kita hanya numpang hidup saja? Mengikuti arus yang ada?

Saya yakin kita semua memiliki keinginan untuk membuat Negara kita ini menjadi lebih baik, tapi selalu ada satu pertanyaan klasik. Bagaimana caranya? Apa yang harus saya lakukan?

Untuk membantu menjawab hal itu, mungkin di postingan berikutnya akan saya jelaskan pemikiran saya. Bagaimana caranya agar kita bisa berperan serta dalam membangun Bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Sekian racauan pagi hari saya, terima kasih

Crazy_boy

3 responses

  1. dhan

    keren bro… mudah2han sja pemikirannya ga pernah terpengaruh dengan keadaan… salam SUKSES..!!

    October 9, 2011 at 11:58 pm

  2. rozzie

    bagus …cool bangetz…LANJUTKAN

    February 26, 2014 at 7:38 am

    • Mas Agil

      Siap LAKSANAKAN!

      March 2, 2014 at 2:54 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s