Untuk Sementara, Saya Tidak Memiliki Massa, Jabatan, Uang, Kekuatan Untuk Melakukan Perubahan. Yang Saya Bisa Lakukan Sekarang Hanyalah Menyebarkan Ide dan Pemikiran

Titik Balik Kehidupan Saya yang Ke dua

Assalamualaikum, Wr. Wb.

Semua orang memiliki titik balik di dalam kehidupannya. Titik balik terjadi ketika kita mengalami suatu momen yang sangat mengena di hati kita, dan merubah diri kita hingga 180 derajat. Seperti pada tulisan saya sebelumnya (disini), saya pernah mengalami titik balik pertama dimana sebelumnya saya menjadi seorang pengecut yang lari dari masalah. Namun salah satu dosen saya Pak DD, berhasil menampar saya tepat di muka untuk menjadi pemberani yang harus bisa menghadapi masalah dan mencari solusi.

Setelah titik balik tersebut, saya menjadi lebih peka terhadap lingkungan. Sejak saat itu, saya mengikuti setiap perkembangan yang terjadi di Indonesia. Politik yang dulu sangat saya benci kini saya pelajari (untuk mengalahkan musuh kita harus mempelajarinya) dan seperti yang diduga, masalah negara ini sangat banyak… terlalu banyak bahkan untuk diselesaikan dan cukup bisa membuat seorang lelaki untuk pesimis.

Namun titik balik tersebut membuat saya merasa harus melakukan sesuatu, saya harus bergerak! Meskipun sekecil mungkin. Saya kemudian bertekad untuk aktif di organisasi mahasiswa jurusan saya dengan niat bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat meskipun kecil. Waktu pun berlalu dan saya akhirnya melakukan beberapa hal . Saya aktif di Bidang Pengabdian Masyarakat dengan harapan bisa memberi manfaat untuk masyarakat, sekaligus bisa menanamkan rasa kepekaan sosial.

Selama aktif di Pengmas (Pengabdian Masyarakat), saya juga turut berpikir untuk mencari solusi. Menurut saya pengmas merupakan salah satu solusi konkrit yang bisa dilakukan, namun hanya menyelesaikan satu masalah dari banyak masalah yang ada di Indonesia. Lalu bagaimana caranya? Saya berpikir semua masalah akan bisa diselesaikan bila semua orang, ya semua orang bergerak untuk melakukan sesuatu yang bisa menjadi solusi.

Lalu bagaimana caranya agar semua orang sadar dan bergerak untuk menjadi solusi? Solusi yang seperti apa? Karena solusi disini masih merupakan hal yang abstrak dan banyak macam. Oleh karena itu saya berpikir ulang untuk menyederhanakan masalah di Indonesia, untuk mendapatkan solusi yang pasti dan tepat.

Setelah menganalisa semua hal, masalah mengakar kepada satu hal, “human”. Semua masalah yang terjadi ditimbulkan oleh perbuatan manusia yang tidak bertanggung jawab. Ada yang salah di mental dan karakter manusianya. Kita ambil contoh saja koruptor. Mengapa koruptor bisa dengan mudahnya korupsi? Mungkin karena pendidikannya. Tetapi sistem pendidikan dibuat oleh manusia, apa yang salah dari sistem pendidikan ini? Apakah karena kurikulumnya tidak tepat? Apakah karena di sekolah pendidikan karakter itu kurang? Pendidikan karakter? Kenapa pendidikan karakter kurang? Apa sebenarnya karakter yang harus dikembangkan?

Pertanyaan ini terus berada dalam kepala saya hingga saya bertemu dengan Pak berinisial ‘E’, Pembimbing saya waktu Kerja Praktek di PLN Litbang.

Suatu hari beliau menanyakan tentang Agama kepada saya, saya tidak bisa menjawab karena pengetahuan saya sangat sedikit. Lalu beliau kembali bertanya beberapa hal kepada saya, saya pun kembali tidak bisa menjawab. Lalu beliau spontan berkata, “Kamu jarang ngaji ya?”. Saya pun menjelaskan, “sebenarnya memang saya sudah jarang mengaji dari SMP karena sekolah jauh dan pulang malam, saya capek dan seringkali tidak ikut ngaji. Hal ini menjadi kebiasaan bahkan sampai kuliah sekalipun. Tapi selama tidak mengaji itu bukan berarti saya bandel pak, saya menentukan baik dan buruk dengan menggunakan logika saya”.

Disinilah titik balik yang kedua, saya disemprot di muka dengan kata-kata yang sangat jelas menancap di hati saya

“SOMBONG KAMU GIL!!! ALLAH SWT SUDAH MEMBERIKAN KEMUDAHAN KEPADA MANUSIA PEDOMAN HIDUP MENGENAI BAIK DAN BURUK MELALUI RASULULLAH DENGAN AL-QUR’AN!!! DAN KAMU DENGAN SOMBONGNYA GA MEMPELAJARI AL-QUR’AN. GA ADA ALASAN BUAT GA BELAJAR AGAMA, DAN MENCARI KEBENARAN!!!”

*JLEB (KENA BANGET DI HATI)

Semua hal dalam hidup saya termasuk masalah di Indonesia berputar di dalam kepala saya, dan semua penyebabnya satu-persatu terjawab oleh satu jawaban yang menghubungkan semuanya.

Akar masalahnya sangat fundamental

“Banyak  orang yang seperti saya, Islam KTP, tidak memahami Islam secara keseluruhan, dan tidak menerapkan ajarannya di dalam kehidupan”

Inilah penyebab Indonesia yang meskipun mayoritas muslim tidak bisa membawa kesejahteraan untuk semua penduduknya.

Inilah penyebab Indonesia yang meskipun kuota haji setiap tahun selalu penuh tidak bisa membawa kebaikan di negaranya.

Inilah penyebab Indonesia yang meskipun jumlah Doktor terbanyak adalah Doktor Agama tidak bisa membawa Negara ini ke jalan yang benar

Ini menjawab kenapa terjadi banyak fenomena, mulai dari kasus korupsi, bunuh diri, free seks, narkoba, premanisme, tindak kekerasan, terorisme, pembunuhan, gay/lesbi dan lain sebagainya.

Pak ‘E’ benar,

Saya, kamu, mereka, kita semua mungkin sudah terlalu jauh menyimpang dari jalan-Nya. Kita terlalu sibuk mengejar hal duniawi dan tanpa sadar melupakan-Nya, melupakan Malaikat2-Nya, Nabi2 dan Rasul-Nya, melupakan Kitab2-Nya, melupakan Hari Akhir-Nya, melupakan Qada dan Qadar-Nya.

Mungkin kita melupakan keimanan kita kepada-Nya. We’re losing our faith. Astaghfirullah

Disinilah saya sadar, solusi untuk permasalahan Bangsa Indonesia yang besar dimulai dari hal yang sangat fundamental. Seperti kata Aa Gym, dimulai dari diri sendiri, dari hal kecil, dan dimulai saat ini.Saya harus belajar kembali, memperdalam pengetahuan agama saya, kembali membaca dan mempelajari Al-Qur’an, Sunnah, Hadist, dan menerapkannya di kehidupan sehari-hari. Setelah itu, saya baru bisa melakukan tahap selanjutnya.

Sadar atau tidak, sistem yang ada memang seolah-olah menjauhkan kita dari jalan-Nya. Pendidikan Agama yang formal hanya selama 2 jam seminggu ketika SMP dan SMA, serta 2 sks selama kuliah yang tentu saja sangat tidak cukup untuk mendidik kita menjadi muslim yang baik.

Sadar atau tidak, fenomena seperti terorisme, kekerasan mengatasnamakan islam, banyaknya aliran islam (bahkan ada yang sesat) membuat kita menjadi takut untuk mempelajari Islam yang sebenarnya karena kita bingung dan bertanya-tanya, mana yang benar? dan seperti pernyataan Pak ‘E’ , ga ada alasan buat mencari kebenaran.

Sadar atau tidak, jaman sekarang mungkin sama seperti jaman jahiliyah seperti pada Jaman Rasulullah dulu. Dan mungkin, solusinya juga sama.

Sekian tulisan saya kali ini, mohon maaf jika ada salah dan semoga bermanfaat

Terima kasih ya Allah telah mempertemukan saya dengan Pak ‘E’ yang sudah menyadarkan saya untuk kembali ke jalan-Mu.

Bismillah,

Wassalamualaikum Wr.Wb.

6 responses

  1. ichsanmulia

    jika orang-orang sana mencoreng Islam dengan kekerasan dan terorisme, mari kita di sini mengenalkan Islam secara utuh, sebagai solusi bangsa🙂

    March 6, 2012 at 5:15 pm

    • Mas Agil

      Iya mul. Meskipun banyak kejadian yang menimbulkan stereotype negatif terhadap Islam, tapi urang percaya dari dalam hati urang bahwa hal tersebut bukanlah Islam yang sebenarnya.

      Karena urang percaya bahwa Islam adalah kebenaran dan sudah dijanjikan bahwa Islam adalah rahmat alam semesta.

      Sekarang kita harus mencari pemahaman tentang Islam yang sesungguhnya, kemudian menyadarkan yang lain indahnya Islam mul.

      Bismillahirrahmanirrahim🙂

      March 6, 2012 at 5:54 pm

  2. inspiratif

    August 13, 2013 at 6:04 am

    • Mas Agil

      Nuhun kang, mudah2an bermanfaat😀

      August 16, 2013 at 4:24 pm

  3. juluw

    nice post gan… jadi berasa jauh bgt saya sama sang pencipta

    October 21, 2013 at 5:22 pm

    • Mas Agil

      sama2 saling mengingatkan gan hehe😀

      November 8, 2013 at 3:41 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s