Untuk Sementara, Saya Tidak Memiliki Massa, Jabatan, Uang, Kekuatan Untuk Melakukan Perubahan. Yang Saya Bisa Lakukan Sekarang Hanyalah Menyebarkan Ide dan Pemikiran

Seerah Pt.4 – Religious Status of Pre-Islamic World

Bismillahirrahmanirrahim,

Alhamdulillah saya bisa nulis lagi di blog hahaha. Kali ini saya akan membahas tentang video lanjutan tentang Seerah Rasulullah SAW. Kali ini topic yang dibahas adalah kondisi keyakinan/keagamaan pada saat sebelum Jaman Islam.

Jadi sebelum Agama Islam turun ke dunia, ajaran nabi-nabi sebelumnya pada intinya sama dengan ajaran Islam yaitu Tauhid. However, ajaran tauhid ini setelah Nabi-nabi meninggal, hanya segelintir orang saja yang masih menegakkan ajaran tauhid ini. Sisanya sudah mulai menyimpang termasuk mulai menyembah berhala (paganism).

Kapan sih sebenarnya paganism mulai muncul di Arab?

Sejarah mencatat diperkirakan paganism ini dimulai pada abad pertama dari Christianity in Iraq. Rasulullah sendiri lahir pada abad ke-6, sehingga paganism sudah berkembang selama 500 tahun (5 abad).

Siapa sih yang pertama kali mengenalkan paganism di Arab?

Adalah seorang Amr ibn Luhay. Suatu waktu, Amr Ibn Luhay mengunjungi suatu peradaban yang berisikan orang-orang Amaliq. Peradaban ini terkenal sangat perkasa, tak terkalahkan, dan Berjaya. Amr Ibn Luhay berpikir, karena Peradaban ini sangat Berjaya, apapun yang dilakukannya pasti benar. Selidik punya selidik, penduduk peradaban tersebut menyembah berhala. Mereka bilang ketika mereka menyembah berhala saat terjadi bencana kelaparan, perang, dan lain sebagainya maka keajaiban akan datang dan membantu mereka semua.

Singkat cerita, Amr Ibn Luhay akhirnya mengambil teologi dari peradaban tersebut yang tidak lain dan tidak bukan adalah paganism, dan membawanya ke jazirah Arab. Berhala yang pertama kali dia bawa adalah Hubal, yang kemudian akan menjadi berhala utama suku Quraisy. Paganism ini berkembang dengan pesat. Lalu kenapa Amr Ibn Luhay bisa merubah ajaran tauhid Nabi Ibrahim dan Ismail secara singkat menjadi paganism? Ada beberapa factor, antara lain :

  1. Datang dari peradaban orang-orang Amaliq yang terkenal perkasa,  tak terkalahkan, dan Berjaya : Makanya orang percaya kalau mengikuti apa yang dilakukan mereka, pasti benar.
  2. Amr Ibn Luhay adalah Chieftain of Khuza, memiliki kekuatan dan kekuasaan yang besar, selain itu masyarakat menyangi, dan mendukung dia. Siapa itu suku Khuza? Jadi ketika keturunan Nabi Ismail diasingkan dari Mekkah, yang menguasai Mekkah adalah Khuza ini. FYI Khuza inilah yang mengenalkan paganism bukan suku Quraisy
  3. Ignorance (Tidak ada nabi pada saat itu dalam waktu yang sangat lama). Masyarakat mengalami penyimpangan dari ajaran tauhid yang sebenarnya

Faktor-faktor tersebut menyebabkan paganisme ini berkembang dengan pesat. Pada saat itu, semua orang tidak memiliki satu keimanan yang sama. However, mereka percaya jika menyembah berhala itu merupakan media untuk mendekatkan diri kepada Allah dan hal ini tentu saja bertentangan dengan konsep Tauhid karena lama-kelamaan si manusianya malah menyembah patungnya dan jadi syirik.

Sebagai gambaran betapa parahnya paganism ini, masyarakat saat itu sampai mengambil batu yang digunakan untuk membangun kabah untuk kemudian disembah. Atau jika sedang di perjalanan, mereka mengambil satu batu dan menggantinya dengan batu lain yang dirasa lebih bagus untuk disembah. Bahkan yang parahnya, kalau tidak ada batu, mereka mengumpulkan tanah, lalu diberikan air susu kambing supaya tanah tersebut bisa dibentuk, untuk mereka sembah.

Sementara itu, meskipun paganism berkembang, terdapat beberapa orang yang disebut Hanif (tunggal), Hunafa (jamak) alias orang-orang yang menentang ajaran syirik menyembah berhala dan memegang ajaran tauhid Nabi Ibrahim.

Suatu waktu, Semua masyarakat mengadakan pesta bersama dengan suku quraisy di luar mekkah. 4 Orang yang tetap berada di Mekkah karena sama-sama menentang penyembahan berhala adalah:

Keempat orang ini memiliki pemikiran yang sama, lalu mereka berkumpul dan bersepakat untuk pergi menyebar mencari kebenaran. Semua akhirnya memiliki jalan masing-masing

  • Zayd ibn ‘Amr ibn Nufayl: tidak menerima Judaism dan Christianity dan kembali ke mekkah. Rasulullah Muda sempat bertanya kepadanya dan dia bilang dia tidak akan pernah mau untuk menyembah berhala. Akan tetapi, beliau meninggal 5 tahun sebelum Rasulullah membawa Islam. Anaknya Said bin Zaid adalah salah satu dari 10 orang yang dijanjikan surga
  • Waraqah ibn Nawfal: Menemukan Christianity dan memeluknya. Beliau bisa membaca dan menulis (termasuk golongan orang pintar). Saat ayat pertama Al-Qur’an turun, Khadijah memberi tahunya dan kemudian ia menjadi laki-laki Muslim pertama sebelum Abu Bakar. Ia juga Muslim pertama yang meninggal di Mekkah. Ia juga yang mengingatkan Rasulullah bahwa masyarakatnya sendiri yang akan melawan Rasulullah. However, info di Wikipedia mengatakan meskipun dia menerima Kerasulan Nabi Muhammad, ia tetap seorang Christian (perlu dicrosscheck), tapi ia tetap termasuk sahabat Nabi Muhammad.
  • ‘Uthmān ibn Ḥuwārith: Pergi dari Mekkah dan tidak pernah kembali. Pergi ke kerajaan Byzantine dan memeluk Agama Kristen. Menjadi interpreter bahasa Arab
  • ‘Ubaydullāh ibn Jaḥsh: Memeluk Islam lalu pergi ke Abyssinia dan akhirnya memeluk  Christianity

Lalu itu semua kondisi di Jazirah Arab, lalu bagaimana dengan kondisi diluar Arab?

  1. Kerajaan Romawi memeluk Christianity (Sebelumnya Paganisme)
  2. Kerajaan Sassanid (Persia) memeluk Zoroastrianism (Konsep Dewa Api, Dewa Kegelapan, Dari Perspektif Islam termasuk Idolitry

Bagaimana kondisi Christianity di Romawi? Sejak Kebangkitannya Nabi Isa a.s, setelah 30-40 tahun terdapat banyak cabang Christianity. Tiga Jenis terbesar adalah :

1. Gnosticism – Very mystical understanding. SUdah sangat langka.

Dua jenis Christianity yang terbesar lainnya adalah:

2. Jewish Christian

Kepercayaan bahwa orang Yahudi, harus mengikuti Nabi Musa. Mereka punya syariat dan lain-lain. Mereka mempraktekkan ritual Yahudi. However, mereka percaya bahwa Nabi Isa. dikirim kedunia untuk Yahudi, dan percaya bahwa beliau adalah penyelamat yang dijanjikan

3. Pauline Christian

Christianity yang dibawa oleh Paul. Paul sendiri bukan murid asli dari Nabi Isa. Tapi ia mengaku/mengklaim bahwa dia adalah murid/pengikut dari Nabi Isa. Dia mengklaim dia melihat sendiri Nabi Isa. Ia orang pertama kali yang memulai teologi baru. Ia yang mengenalkan bahwa Nabi Isa memiliki elemen ketuhanan.

Selama 300 tahun, umat Kristen berdebat mengenai apa yang dimaksud dengan Christianity. SIapa dan apa Jesus Christ itu? APakah ia Nabi? Apakah ia tuhan? Apakah ia anak tuhan? Apa itu Bible? Sampai akhirnya Roma yang sebelumnya memeluk paganism dan merupakan musuh terbesar Christianity secara ajaib memeluk dan menerima Christianity. Constantine adalah empire pertama yang memeluk Christianity. Constantine yang mempengaruhi kerajaan lain untuk memeluk Christianity dan membahas apa itu sebenarnya Christianity. SIngkat cerita, karena Roma ini sebelumnya memeluk Paganisme, maka terdapat unsur-unsur paganism yang dibawa ke dalam Christianity ini. Produknya adalah konsep-konsep seperti trinitas, 25th December, son of god, etc. AKhirnya pada tahun 325, Constantine mengeluarkan Christianity official yang berbasiskan Pauline Christianity. Hal ini menyebabkan terjadinya imigrasi besar-besaran Chrisitianity yang lain termasuk Christianity yang sebenarnya. Kerajaan Romawi secara official menghilangkan jewish Christianity. Pauline Christianity inilah yang kemudian menjadi standard dan memiliki turunan seperti Catholic, Protestan, Ortodhox, dll (99.9% Christianity di dunia sampai sekarang) yang lainnya benar-benar hilang. Akan tetapi tetap ada orang-orang yang tetap memeluk Christianity yang asli namun berjumlah sangat sedikit.

Salah satu cerita menarik adalah tentang Salman al-Farsi

Salman al-Farsi adalah anak seorang priest di Iran/Persia. Ayahnya adalah orang yang menjaga api untuk tetap menyala selama 24 jam/ 7hari (ingat bahwa di Persia memeluk zoroastroanism yang memiliki konsep dewa api, sehingga mereka harus menjaga api untuk terus menyala). Ayahnya mengajarkannya untuk terus menjaga nyala api. Suatu hari, saat di perjalanan dia untuk menjaga nyala api. Ia bertemu dengan seorang monk/pendeta yang memiliki sebuah monestary tempat pendeta tersebut berdoa sepanjang malam. Salman al-Farsi menaruh perhatian kepada Monk tersebut karena memiliki keyakinan yang berbeda. Waktu terus berlalu, dan di setiap perjalanan, ia mendengar nyanyian hymne dan chanting dari monestary tersebut. Ia terpesona dan tertarik hingga suatu hari akhirnya ia pergi ke monestary tersebut. Ia bertanya kepada pendeta, bisakah kamu menjelaskan kepada saya agamamu? Monk akhirnya mengajarkan Christianity yang sebenarnya (Tauhid) kepada Salman al-Farsi. Semakin lama ia semakin tertarik dan secara rahasia ia akhirnya memeluk Tauhid. Saat ayahnya mengetahuinya, ayahnya mengurungnya dan membelenggunya dengan rantai. Mencegahnya untuk kabur dari rumah, menyiksanya, dan berusaha untuk membunuhnya. Salman al-Farsi kemudian berhasil melarikan diri dari rumah dan kabur menuju Syria (land of Christianity). Monk yang mengajarinya dibunuh namun sempat memberi tahu Salman al-Farsi untuk pergi ke monestary tertentu (jangan pergi ke yang lain) yang berisikan orang-orang yang memiliki keyakinan yang sama dengan Monk tersebut (tauhid). SIngkat cerita ia menjadi murid dari monk di monestary tersebut yang mengajarkan cara untuk beribadah, dll. Setiap monk yang meninggal selalu memberi tahunya untuk pergi ke monestary lain yang berisikan monk yang memiliki ajaran yang sama. Hal ini terjadi selama 4 kali. Monk ke empat sebelum meninggal memberi tahunya bahwa ia tidak tahu orang lain yang masih memeluk ajaran yang sama.  Namun ia memberitahu Salman al-Farsi bahwa ia ada di zaman dimana Orang yang diprediksikan Nabi Isa sebagai Nabi terakhir akan datang . Monk tersebut memberi tahu tiga ciri-ciri Nabi terakhir yang dijanjikan tersebut:

  1. Ia akan muncul di daratan yang memiliki banyak pohon kurma
  2. Memiliki tanda fisik di punggungnya
  3. Ia akan menerima hadiah/pemberian, tapi tidak menerima amal/ sumbangan.

Ia lalu mencarinya. Ia bertanya di Syria, tanah mana yang memiliki banyak kurma? Khaibar yang lokasinya dekat dengan Yathrib. Akhirnya ia pergi kesana dengan caravan pedagang arab di Damascus menuju Khaibar. Karena Salman al-Farsi ini tidak memiliki apa-apa, para pedagang arab ini menjadikan Salman al-Farsi budak. Singkat cerita, ia tidak sampai ke Khaibar, tapi sudah sempat dijual oleh kelompok Yahud yang tinggal di Yathrib (yang kemudian akan menjadi Madinah). AKhirnya ia tinggal di Madinah sampai umurnya mencapai 70 tahun. Lalu rumor beredar bahwa muncul Nabi baru/King of Arab telah datang , dan bahwa Beliau akan pergi ke Madinah. Salman mendengar hal ini. Pada hari kedua/ketiga Rasulullah hijrah ke Madinah, Salman menemui Rasulullah sambil membawa kurma (padahal itu makanannya sendiri) , ia berkata “Here is some charity for you”. Dan seperti yang diduga, Rasulullah menyuruh sahabat untuk memakannya tapi Rasulullah tidak ikut memakannya. Pada hari berikutnya, Salman membawa lagi sepering kurma, tapi kali ini ia berkata, “This is a gift to you”. Kali ini Rasulullah menyuruh sahabat untuk makan, dan beliau ikut memakan kurmanya. Salman merasa excited, jantungnya berdegup dengan kencang. Ia sudah mengkonfirmasi dua ciri-ciri. Kini ia hanya perlu memastikan ciri-ciri yang terakhir yaitu tanda fisik di bagian punggung Rasulullah. AKhirnya ia mengikuti terus Rasulullah dari belakang untuk melihat dan mengintip bagian punggung Rasulullah. Rasulullah mengerti dan kemudian menurunkan pakaiannya untuk menunjukkan tanda keRasulannya (physical hair with multicolour). Salman kemudian menangis bahagia, ia mencium tangan dan kaki Rasulullah dan menceritakan tentang kisahnya untuk bertemu Rasulullah. Rasulullah pun berkata, kita harus membantu untuk membebaskanmu. Rasulullah kemudian menanam kurma sekitar 100-150 pohon dengan tangannya sendiri untuk membebaskan Salman al-Farsi.

Apa kesimpulan yang bisa ditarik dari cerita Salman? Hanya sedikit dari ajaran Kristen yang original (tauhid) yang tersisa di dunia pada saat itu.

Lalu terdapat satu cerita lain yang menunjukkan bahwa sangat sedikit yang memegang ajaran tauhid saat itu yaitu cerita tentang kerajaan Iraqlios. Rasulullah mengirim pesan “accept Islam and you will get double reward, reject and you shall bear the penalty of  your people because of your leadership”. Kerajaan ini kemudian memanggil caravan pedagang arab ke istana untuk menanyakan tentang Rasulullah. Perwakilan dari mereka adalah Abu Sufyan yang kemudian menceritakan semua hal dengan sebenar-benarnya.  Somehow, kerajaan ini memiliki akses rahasia ke manuscript yang berisikan bahwa Rasulullah akan datang (perlu diingat, semua manuscript yang bertentangan dengan Christianity yang disahkan Roma dihancurkan, dan hanya sedikit saja yang tersisa) jadi mereka sebenarnya tahu bahwa akan ada Nabi terakhir tapi mereka tidak menyangka bahwa Rasulullah bukan datang dari golongan Yahudi.   However, kerajaan ini menolak untuk menerima Islam karena menerima Islam berarti mereka harus menyerahkan kekuasaan mereka. (Meskipun sebenarnya mereka tahu fakta bahwa Rasulullah adalah benar-benar Nabi terakhir berdasarkan yang ada di dalam manuscript).

Rasulullah menyebut era sebelum jaman islam Jahiliyah karena hanya sedikit sekali orang yang masih memegang ajaran tauhid. Allah SWT menyebut Rasulullah dengan sebutan Nur, Rahmatan Lil Alamin, karena tidak ada lagi jaman Jahiliyah seperti jaman sebelum jaman Islam.

Kesimpulan:

  1. Petunjuk hanya datang dari Allah. Bukan dari intelektualitas , rasionalisasi kita, atau dari filosofi kita. Al-Qur’an dan Sunnah adalah hidayah, dan Rasulullah adalah Nur. Manusia modern berpikir bahwa petunjuk adalah kumulatif dari pengetahuan dan pengalaman. Mereka mengapdosi, memperbaharui, dan merubah. Intinya tanpa petunjuk dari Allah maka tidak ada petunjuk sama sekali
  2. Kita seharusnya memahami bahwa kebanyakan manusia itu seperti domba. Mereka hanya mengikuti pemimpinnya (contoh: Masyarakat Quraisy yang mengetahui bahwa idoltry itu salah dan berbeda dari ajaran Nabi Ibrahim. Namun ketika mayoritas sudah mengikutinya, sangat sulit untuk menolak dan sangat mudah untuk mengikuti). Jika kita mengikuti mayoritas, mereka akan membuatmu menyimpang. Mereka hanya mengikuti hasratnya
  3. Cerita tentang Salman al-Farsi memberi kita pelajaran. Siapapun yang memiliki hati yang tulus, akan diberikan petunjuk. Siapapun jika memang ia baik dan tulus, tidak peduli meskipun ia tinggal di jaman jahiliyah, atau tinggal di komunitas yang memeluk paganism di iran dan dikelilingi oleh berhala, jika memang ingin mengetahui kebenaran, insya Allah akan diberikan petunjuk menuju kebenaran yang sejati.

Sampai disini videonya selesai, mohon maaf kalau ada kesalahan penulisan nama atau informasi. Karena menonton video, penulis memiliki keterbatasan dari pemahaman bahasa Inggris dan spellingnya🙂

Buat yang mau nonton sendiri, mangga disimak di video berikut

Akhir kata, Wassalamualaikum, Wr. Wb.

4 responses

  1. baru kali ini gw dapet versi yg waraqah bin naufal memeluk islam sebelum abu bakar..

    August 25, 2013 at 1:04 pm

    • Mas Agil

      Nah itu dia, coba aja dicrosscheck. Ni gw cuma nerjemahin dari yang dijelasin di video fik

      August 25, 2013 at 1:13 pm

      • ichsanmulia

        Riwayat yang urang baca, waraqah bin naufal bahkan udah tau ciri2 kenabian sebelum Rasulullah menerima wahyu

        August 25, 2013 at 10:46 pm

      • Mas Agil

        Si yaseer qadhi ngejelasinnya selewat2 sih mul. Tp intinya emg si Waraqah ini ketika ketemu Rasulullah langsung ngeh klo dia memang Nabi terakhir

        August 26, 2013 at 5:34 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s